Selasa, 17 November 2015

Kalimat-kalimat Penuh Hikmah Ketika Diucapkan

TERKADANG kalimat yang diucapkan seseorang dapat mempengaruhi tindakannya. Dalam Islam, Rasulullah mengajarkan beberapa kalimat utama yang mengandung hikmah ketika diucapkan. Kalimat ini diucapkan ketika seseorang menghadapi berbagai situasi dalam kehidupannya. Di samping itu kalimat ini dapat mendatangkan kebaikan, membuat jiwa lebih tenang dan menigkatkan percaya diri.

Kalimat-kalimat itu jenisnya cukup banyak, tergantung keadaan yang tengah dihadapi. Misalnya, mengucapkan basmallah setiap kali memulai sesuatu yang baik, entah itu amal ibadah atau muamalah. Kalimat hamdallah digunakan setiap kali menyelesaikan sesuatu atau pendapat suatu nikmat yang tidak disangka-sangka.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa kalimat hikmah yang dianjurkan Rasulullah SAW:
 

1. Bismillah

“Setiap sesuatu tanpa dimulai basmallah, maka akan kurang berkahnya,” (HR. Abu Daud).

2. Bertahmid

“Siapa saja dikaruniai Allah SWT kenikmatan hendaklah dia bertahmid (memuji) kepada Allah,” (HR. Baihaqi).

Kenikmatan bukan saja sesuatu yang menguntungkan bagi seseorang. Namun, dapat menyelesaikan sesuatu juga termasuk nikmat. Seperti telah menyelesaikan pekerjaan baik juga merupakan nikmat. Maka, dianjurkan membaca hamdallah setiap kali menyelesaikan pekerjaan.

Selain itu, disunnahkan juga untuk sujud syukur pada nikmat yang datangnya tiba-tiba atau sangat diharapkan. Sebagaimana yang digambarkan dalam sebuah hadits, “Rasulullah SAW bila menerima berita yang menggembirakan, beliau sujud syukur kepada Allah SWT,” (HR. Hakim).

3. Mendo’akan orang bersin

“Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah mengucapkan alkhamdulillah, dan hendaknya saudaranya mengucapkan untuknya yarhamukallah. Apabila ia mengucapkan kepadanya yarhamukallah, hendaklah ia (orang yang bersin) mengucapkan yahdi kumullah wa yushlihu baalakum (mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki hatimu),” (HR. Bukhari).

Di samping itu, jika mau bersin, usahakan untuk tidak mengencangkan suaranya, dengan cara menutup wajah dengan tangan atau menggunakan kain. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dalam sebuah hadits,

“Rasulullah SAW, apabila bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau dengan bajunya dan mengecilkan (merendahkan) suaranya,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

4. Mengucapkan salam tiap kali bertemu

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kalian tidak akan disebut beriman sebelum kalian saling mencintai . Tidakkah kalian suka kalau kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian melakukannya tentu kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkan salam di antara kalian,” (HR. Muslim).

Dalam Islam, setiap orang dianjurkan untuk memulai salam terlebih dahulu. Kemudian, ucapan salam ini bisa dibarengi dengan berjabat tangan.

Anas Ra berkata, “Kami bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘bila berjumpa sahabat apakah kita saling membungkuk?’ Nabi SAW menjawab, ‘tidak usah.’ Kami bertanya lagi, ‘apakah berpelukan satu sama lain?’ Nabi menjawab, ‘tidak, tetapi cukup dengan saling bersalaman,” (HR. Ibnu Majah).

5. Membaca istirja ketika mendapatkan musibah

Dari Abu Musa ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila anak seorang hamba itu meninggal dunia, maka Allah berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya, ‘Apakah kalian mencabut ruh anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Ya, sudah,’ Allah berfirman kembali, ‘Apakah kalian sudah mengambil buah hatinya?’ Mereka menjawab, ‘Ya sudah.’ Allah berfirman lagi, ‘Kemudian bagaimana ucapan hamba-Ku itu?’ Mereka menjawab, ‘Mereka memuji-Mu serta mengucapkan istirja’ (sesungguhnya kami semua adalah milik Allah dan kami semua tentu kepada-Nya).’ Allah berfirman, ‘Dirikanlah untuk hamba-Ku itu sebuah rumah di surga dan namakanlah dengan sebutan Baitul Hamd (Rumah Pujian),” (HR. Tirmidzi).

Hal ini juga didasarkan firman Allah SWT:

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun,” (QS. Al-Baqarah [2]: 156).

6. Membaca taawwudz ketika mengalami gangguan, keraguan atau hal yang menakutkan

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kalian mengalami gangguan, bacalah a’udzubillahi minasy syaithanir rajiim (aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk). Lalu, meludahlah ke kiri tiga kali.”

7. Bersegera membaca istigfar jika berbuat salah atau keliru

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’,” (QS. Az-Zumar [39]:53).

8. Membaca tasbih apabila mendapati sesuatu yang mengagumkan atau luar biasa

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui,” (QS. Al-Israa [17]:1). []

Sumber: Ragam Solusi Hidup Ajaib Rekomendasi Rasulullah/Lutfil Kirom Az-Zumaro/Penerbit: Saufa/2015
detik islam

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...