Selasa, 1 Januari 2013

Bila Terdesak Datanglah Bijak

Syam II, kereta perisai buatan tangan Mujahidin Suriah,
BISHQATIN

Dari kejauhan terlihat seperti kotak logam besar berkarat, tetapi ketika dilihat dari dekat ternyata itu adalah sebuah kendaraan tempur lapis besi-waja yang menunjukkan prestasi baru Mujahidin Suriah, kereta tank buatan tangan sendiri (dengan izin Allah) sedang menanti untuk dikerahkan.
 
 
 

Syam II, diambil dari nama Arab Suriah, dibuat dari kerangka kereta dan dimodifikasi oleh Mujahidin menjadi sebuah kendaraan seperti kereta tank lapis besi-waja yang biasa digunakan tentera. Syam II, dipuji-puji oleh para Mujahidin dengan menyebutnya "100 persen buatan Suriah."

Untuk menciptakan Syam II, memerlukan waktu satu bulan bagi merancang, melakar dan mengembangkan kendaraan tersebut, kata designer Syam II, Mahmud Abud dari brigade Al-Ansar yang berpengkalan di kota Aleppo, dikutip SaudiGazette.

Dari luar, penampilan Syam II memang sederhana tetapi tak kalah canggih dengan tank buatan terkemuka. Syam II dilengkapi lima kamera, terletak tiga di bahagian depan, satu di bagian belakang dan lebihnya di dipasang di senjata.

Awak di dalam kabin sepenuhnya terlindungi, pengemudi menjalankan Syam II dengan melihat layar yang menampilkan video dari kamera yang terpasang tersebut.


Mujahidin di dalam Syam II 


Sementara penembak duduk di samping pengemudi, dapat mengaktifkan senjata mesin dengan melihat layar untuk melihat target dan menggunakan stick yang mengawal peralatan dilengkapi dengan tombol-tombol (joy stick).

Dinding logam badan Syam II setebal 2,5 cm dan dikatakan mampu menahan tembakan meriam 23 mm. Namun, Syam II dikatakan belum mampu menahan tembakan tank atau senjata anti-tank RPG.

"Saudara saya, seorang insinyur terlatih, yang punya ide ini. Kami memiliki kereta, melepaskan mesin dieselnya dari kerangkanya dan membangun mesin," kata Abud, yang berbasis di pusat komando Mujahidin di Bishqatin.


Mujahidin di dalam Syam II 

Biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan Syam II, tidak termasuk senjata, mencapai USD 10.000.

"Tidak termasuk senjata, kendaraan ini bernilai sekitar USD 10.000," ungkap Abud.
Mujahidin Suriah dengan segala keterbatasannya berusaha kreatif menciptakan senjata dan peralatan tempur sendiri dengan memanfaatkan barang-barang yang ada.

Bagaimanapun, bagi Mujahidin senjata canggih bukan faktor utama memenangi pertempuran, sebab mereka sepenuhnya yakin bahwa kemenangan datangnya dari pertolongan Allah s.w.t. Mereka akan tetap bertempur meskipun dengan peralatan tak secanggih milik musuh.

kredit: rakangroup

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...