Khamis, 11 Julai 2013

Tips Merawat Baterai Smartphone Anda dengan Cara yang Benar

Smartphone itu merupakan keajaiban, komputer berukuran kecil yang dapat melakukan banyak hal. Tetapi semua itu tidak berguna jika ia baterai smartphone Anda habis. Terlebih smartphone sekarang ini baterainya tidak lagi dapat dilepas pasang. Jadi bagaimana cara merawatnya dengan baik? Berikut tips dan trik merawat baterai smartphone Anda dengan cara yang benar.
  • Li-Ion (Li-Ion) dan Li-Polymer (Li-Po)
  • Haruskah baterai digunakan sampai habis?
  • Tips merawat baterai smartphone Anda

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar istilah ini terkait atas baterai ponsel, smartphone atau laptop. Sebenarnya kedua hal ini tidak memiliki pengaruh banyak jika Anda hanya pengguna smartphone,  karena kedua jenis baterai ini berasal dari jenis yang sama, yaitu baterai Lithium-ion.

li-io dan li-polymer  





Jadi apa perbedaannya? Perbedaannya adalah baterai li-polymer (Li-Po) merupakan bentuk selanjutnya dari li-ion (Li-Ion) dimana elektrolitnya (larutan dalam baterai sebagai konduktor listrik) lebih kuat dan lebih menyerupai gel. Oleh karena ini, baterai Li-polymer dapat dibuat lebih tipis daripada baterai Li-ion dan sekarang ini kepopularannya terus berkembang sebagai baterai-baterai smartphone dan tablet.

Pernahkan Anda melihat baterai pada laptop-laptop terbaru atau smartphone terbaru yang dimana mereka tidak dapat dicabut pasang? Itulah baterai li-polymer (Li-Po). Kebanyakan baterai Li-Polymer ditanam langsung ke teknologinya, tidak seperti baterai Li-Ion yang masih dapat dicabut pasang.


Anda membeli smartphone baru, mencobanya dan hal berikutnya yang Anda pikir harus Anda lakukan adalah menyesuaikan baterainya. Bagaimana cara Anda melakukannya? Kebanyakan dari Anda berpikir cara terbaik adalah me-cas baterai Anda sampai benar-benar penuh, kemudian menggunakannya sampai benar-benar habis, lalu me-casnya lagi sampai penuh. Anda berpikir mungkin ini memang cara yang benar, tapi ternyata ini tidak benar-benar sebaik yang Anda pikirkan.

Tahukah Anda darimana pemikiran ini berasal? Pemikiran ini berasal dari baterai jaman dahulu yang berbasis nikel. Pada zaman baterai ini, ada istilah yang disebut dengan 'memory effect'. 'Memory Effect' adalah suatu kejadian dimana Anda menghabiskan baterai sampai sekitar 25 persen dan kemudian me-casnya lagi sampai 100 persen, pada akhirnya baterai tersebut akan melupakan ia mempunyai sisa 25 persen dan hanya menggunakan 75 persen kapasitas aslinya jika hal ini dilakukan secara terus menerus.

kalibrasi baterai 

Tapi seperti yang telah dikatakan sebelumnya, smartphone dan laptop-laptop sekarang ini berbasis Li-Ion dan Li-Polymer. Baterai jenis ini tidak mengalami hal di atas, oleh karena itu Anda tidak perlu menggunakannya sampai habis dan me-casnya sampai penuh. Bahkan kenyataannya, baterai jenis ini bertahan lebih lama jika digunakan sesuka hati Anda (digunakan tidak sampai habis dan me-casnya sesuka Anda). 

Jadi apakah penyesuaian baterai itu hanya mitos? Sebelum kita membahas itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa pada kenyataannya, semua baterai akan secara perlahan kehilangan kapasitas terbaiknya, tergantung dari umur, penggunaan dan lingkungannya. Produsen mengukur jangka hidup baterai-baterai ini dengan siklus, dimana satu siklus adalah penggunaan sampai habis dan dicas sampai penuh. Baterai li-polymer sendiri dapat bertahan 300-500 siklus, jadi jika Anda hanya menggunakan 50% kemudian me-casnya sampai penuh, Anda hanya menggunakan setengah siklus. Oleh karena itu butuh waktu yang cukup lama untuk mengurangi kualitas baterai.

digital battery 

Akan tetapi, memang ada saat dimana Anda membutuhkan penyesuaian baterai Li-polymer dan Li-ion. Sesuah bebebrapa siklus, baterai sebenarnya dan digital baterai pada smartphone Anda tidak akan cocok. Sebagai contoh, Anda mungkin punya baterai penuh tapi baterai digital di layar smartphone Anda hanya menunjukkan 85 persen. Ini dapat terjadi karena Anda memang menggunakan baterai sesuka hati Anda (tapi memang itu cara terbaik).

Cara untuk menyesuaikan kembali baterai Anda adalah menggunakan baterai Anda smapai habis, lalu me-casnya kembali hingga 100%. Tapi hal ini hanya perlu dilakukan sekitar 3 bulan sekali atau bahkan lebih lama. Karena melakukannya terlalu sering justru akan memperburuk kualitas baterai Anda. Tapi Anda tidak perlu takut, karena penyesuaian atau kalibrasi ini hanya untuk menyesuaikan baterai digital di layar smartphone Anda, dan baterai Anda sebenarnya masih bekerja dengan baik.


Berikut ini beberapa tips dan trik untuk merawat baterai smartphone Anda yang berbasis li-polimer atai li-ion.
GUNAKAN CHARGER YANG TEPAT

right charger 

Charger yang datang bersama smartphone Anda saat Anda membelinya, tidak hanya berfungsi untuk me-cas baterai Anda saja. Ia juga berguna auntuk mencegah baterai Anda dicas melebihi kapasitas, inilah yag mencegah baterai Anda dari meledak walaupun Anda meninggalkannya dicas penuh terus (itu ide yang buruk).

Pada saat baterai Anda mulai menyentuh angka 80%, charger Anda ini akan mulai me-cas baterai Anda secara perlahan-lahan daripada sebelumnya. Jadi gunakanlah charger yang tepat, sebaiknya charger asli bawaan smartphone Anda.

Hindari juga me-cas dengan menggunakan wireless (wireless charging). Selain waktu yang dibutuhkan lebih lama, hanya 80% kapasitas baterai yang Anda dapatkan. 20% sisanya akan menjadi panas, dan baterai Anda akan sangat panas (jika itu terjadi, matikan dan dinginkan baterai Anda).

JANGAN PERCAYA MITOS 'MEMORY EFFECT'

memory effect 

Seperti yang telah dibahas sebelumnya di atas kalibrasi baterai atau penyesuaian baterai yang mengatakan bahwa baterai harus digunakan sampai habis dan dicas sampai penuh. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di atas.

Pada kenyataannya, cara terbaik menjaga baterai lithium-ion atau lithium-polimer Anda, adalah menjaganya di sekitar 50% dan me-casnya kembali. Tapi Anda juga tidak menginginkan baterai Anda selalu dicas, karena baterai li-ion dan li-polimer dapat kepanasan. Untungnya, charger Anda juga sudah canggih dan tidak akan me-cas lagi jika sudah penuh, tapi cara menjaga baterai Anda lainnya lagi adalah jangan membuatnya kena cas sampai penuh 100%. Cabut charger sebelum baterai Anda benar-benar penuh. Ya, intinya jaga baterai Anda sekitar 40-80%.

MATIKAN SMARTPHONE ANDA
turn off smartphone 

Selagi mengecas, cara terbaik untuk menjaga baterai Anda adalah mematikannya, sehingga charger Anda tahu waktu yang tepat untuk benar-benar memutus aliran listriknya. Hal ini juga akan membuat smartphone Anda dapat di-cas lebih cepat.

USAHAKAN BATERAI ANDA TETAP DINGIN

menjaga smartphone tetap dingin 

Salah satu musuh utama baterai li-ion dan li-polimer yang memang digunakan di smartphone-smartphone sekarang ini adalah panas. Jika baterai smartphone Anda terlalu panas, maka kemungkinan kualitas atau kapasitas menurun akan lebih tinggi.

Dikatakan pada temperatur biasa, setiap tahunnya baterai lithium-ion akan kehilangan sekitar 6% kapasitas maksimumnya. Tapi jika panas berada di sektitar 77oF atau 25oC  maka angka itu akan menaik jadi 20%, dan jika 104oF atau 40oC maka akan meningkat lagi jadi 35%. Oleh karena itu hindari baterai Anda dari keadaan panas.

JANGAN PERNAH MENYENTUH NOL

never drain battery 

Seperti yang telah dibahas berkali-kali di atas, jangan pernah membiarkan baterai Anda habis secara penuh. Itu akan memperburuk kualitas baterai, untuk jelasnya dapat dibaca di atas.

Jika Anda ingin meninggalkan smartphone, tablet atau laptop Anda dalam jangka waktu yang lama, baterai di teknologi ini tetap akan berkurang seiring waktu walaupun tidak digunakan. Oleh karena itu sebaiknya, sisakan sekitar 40% jika Anda memang ingin meninggalkannya. Dikatakan bahwa setiap bulan jika tidak digunakan dan dalam keadaan mati maka baterai akan kehilangan 5-10% kapasitasnya walaupun tidak digunakan.

SANTAI SAJA DAN GUNAKAN SESUKA HATI

using smartphone battery 

Memikirkan cara-cara untuk merawat baterai Anda memang baik, tapi untuk melakukan hal itu terkadang sangatlah malas. Oleh karena itu, kecuali Anda memang berniat merusak baterai Anda, baterai Anda tidak akan memburuk semudah itu. Umumnya baterai Anda akan bertahan sekitar 3-5 tahun. Jadi tidak perlu terlalu bingung, dan jika memang sudah saatnya baterai Anda diganti, ganti saja baterai tersebut. Yang perlu diingat hanyalah hindari baterai tersebut menyentuh angka nol, itu merupakan cara terburuk dalam menurunkan kualitas baterai.
tahupedia

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...