Rabu, 16 April 2014

Sejarah Hagia Sofia : Dari Gereja Menjadi Masjid

Entri kali ini saya ingin kongsikan sesuatu yang sangat menarik iaitu mengenai sebuah binaan . Ramai yang sedia maklum mengenai sebuah binaan yang tersergam indah yang dikenali sebagai Hagia Sofia yang terletak di Istanbul . Namun tahukah anda semua sebelum menjadi masjid asalnya binaan ini merupakan sebuah gereja.

 
Sebelum menjadi masjid, Hagia Sofia merupakan gereja bagi umat empayar Kristian Timur ( Byzantine) yang dibina oleh Constantius, iaitu putera pemerintah Byzantine iaitu Constantine Agung. Gereja ini dari dahulu seringkali dibaikpulh akibat dilanda gempa bumi.

 
Walaupun bangunannya dibuat berbentuk kubah tahan gempa, tapi ianya tetap runtuh. Pada tanggal 7 Mei 558 Masehi, semasa era pemerintahan Justinianus, kubah sebelah timur Hagia Sofia runtuh akibat gempa bumi. Pada tanggal 26 Oktober 986 Masihi, pada masa pemerintahan Basil II (958-1025), sekali lagi masjid ini mengalami gempa bumi.

 

  

Hagia Sophia dari luar



Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan tentera Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II bin Murad II Turki Usmani (yang terkenal dengan julukan‘al-Fatih’ / sang penakluk) pada tanggal 27 Mei 1453.


Ketika memasuki kota itu, al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur kepada Allah SWT. Lalu beliau pergi ke Gereja Hagia Sofia dan memerintahkan untuk mengubahnya menjadi Masjid yang terkenal dengan nama Masjid Aya Sofia.


Nama Konstantinopel akhirnya beliau ganti menjadi Islam Pol yang bermaksud Kota Islam yang ucapannya akhirnya berubah menjadi Istanbul.

Hagia Sophia dari dalam

  


Setelah kekhilafahan Turki Usmathniyah kalah pada Perang Dunia I , pasukan sekutu menguasai Istanbul pada tahun 1922 M. Bangunan kuno Aya Sofia yang hampir lima abad dijadikan masjid, diubah menjadi museum oleh penguasa baru Turki, Mustafa Kemal Ataturk (Bapa Republik Sekuler Turki). Dan memindahkan ibu kota Turki dari Istanbul ke Ankara.


Sejak itu, masjid Aya Sofia dijadikan salah satu tarikan pelancongan terkenal oleh pemerintah Turki di kota Istanbul. Nilai sejarahnya dilitupi oleh gaya arkitektur Byzantium yang indah mempesona.

Inilah salah satu usaha musuh-musuh Islam untuk menghilangkan jejak kejayaan Islam. Padahal, dulu Sultan Muhammad al-Fatih hanya didukung oleh 265 orang untuk menakluki kota Byzantium / Konstantinopel / Istanbul yang menjadi pusat kerajaan Rom Timur (Byzantine).



Pemandangan Hagia Sophia di Malam Hari


 
redzuan-ridz.blogspot.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...